Propam Mabes Polri Amankan Uang Miliaran Rupiah dari Delapan Personel Polda Sumsel

Propam Mabes Polri Amankan Uang Miliaran Rupiah dari Delapan Personel Polda Sumsel

SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO

Tim Provos Mabes Polri keluar dari salah satu gedung di Polda Sumsel setelah selesai melakukan pemeriksaan dengan membawa sejumlah barang berkas, Jumat (31/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Diduga lantaran telah melakukan Pelanggaran Disiplin (Garplin) atau Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dalam penerimaan anggota Polri Brigadir 2016 dan SIP 2017, sebanyak delapan orang personel Polda Sumsel termasuk satu di antaranya diketahui merupakan pejabat utama, akhirnya diperiksa Tim Provos Mabes Polri.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Provos Mabes Polri yang berjumlah sekitar tujuh orang anggota dan dilakukan di Polda Sumsel mulai sejak Rabu (29/3/2017) sore tersebut, berhasil diamankan barang bukti uang tunai sekitar empat miliar rupiah serta sertifikat tanah, buku tabungan dan termasuk BPKB kendaraan di antaranya kendaraan sepeda motor BMW.

Adapun menurut informasi yang berhasil dihimpun, ke delapan personel Polda Sumsel yang dilakukan pemeriksaan tersebut masing-masing Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Soesilo Pradoto, Kasubdit Kespol AKBP Saiful, Kaurkes Kompol Mansuri, Kabag Psikologi AKBP Edya Kurnia, Panitia Jasmani AKBP Thoad, Panitia Akademik AKBP Deni Darma Pala, Bripka Ismail, Brigadir Lutfi serta dua orang PNS Fitri dan Misno.

Untuk modus yang dilakukan, menurut informasinya yakni dilakukan dengan cara membantu para calon polisi dengan cara melihat nilai sistem paket, sistem per item tes, sistem kumulatif (selesai baru bayar) dan bimbingan melalui tes awal.

Dikonfirmasi terkait dengan adanya perihal tersebut, Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo P yang namanya diketahui juga disebut dalam pemeriksaan tersebut, membenarkan adanya personel Provos Mabes Polri yang melakukan pemeriksaan dan menanyakan kebenaran adanya calon yang tidak lulus hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan tes SPISS.

“Peserta tersebut kurang puas dengan ditolaknya tes pemeriksaan laboratorium kita karena saat memeriksa di klinik luar, hasil yang muncul berbeda. Calon tersebut melapor ke Mabes dan personel Mabes menanyakan perihal laporan tersebut ke sini,” jelasnya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (31/3/2017).

Dengan adanya laporan tersebut, dikatakan Soesilo, pihaknya tidak tinggaal diam.

Pihaknya menyamakan standar alat lab Bid Dokkes dengan lab lain agar sinkron dan kejadian tersebut tidak terulang.

“Jadi saya tidak mengada-ada mau jatuhkan seseorang. Saya tidak tahu siapa yang melapor, tidak kenal, tahunya setelah mengadu. Sistem dan alat di lab kami pun sudah diperiksa Mabes dan tidak ada kesalahan,” terangnya.

Untuk itu kedepannya, masih dikatakan Soesilo, pihaknya akan lebih selektif memilih laboratorium untuk penerimaan calon polisi.

Sebelum diperiksa kesehatan, seluruh calon menandatangani surat perjanjian persetujuan pemeriksaan.

“Tercantum di perjanjian persetjuan tersebut bahwa hasil pemeriksaan kesehatan Bid Dokkes sifatnya final tidak untuk dipertentangkan di luar Bid Dokkes,” ungkapnya.

Beberapa personel Polda Sumsel yang dilakukan pemeriksaan dengan uang yang berhasil diamankan petugas Provos Mabes Polri, Jumat (31/3/2017).
Beberapa personel Polda Sumsel yang dilakukan pemeriksaan dengan uang yang berhasil diamankan petugas Provos Mabes Polri, Jumat (31/3/2017). (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)
Sedangkan, saat disinggung dengan adanya temuan tim Provos Mabes Polri terhadap sejumlah uang senilai miliaran rupiah, soesilo, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui perihal tersebut.

“Terkait dengan uang itu kami tidak tahu yang ada ada hanya pemeriksaan sistim administrasi pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Irwasda Polda Sumsel, Kombes Pol Achmad Nurda Alamsyah membenarkan bahwa ada pemeriksaan KKEP terkait pelanggaran kedisiplinan di Polda Sumsel. Namun dirinya enggan berkomentar lebih lengkap terkait isi dari pemeriksaan.

“Sekarang masih diperiksa. Nanti kalau sudah lengkap dan selesai (Pemeriksaannya-red), baru (komentar lebih lengkap-red),” jelasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto terkait dengan perihal tersebut, mengatakan, membenarkannya dan bahkan hingga saat ini masih dalam pemeriksaan.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan dan pemeriksaan tersebut dilakukan berawal dari adanya komplain tentang kesehatan rekruitmen saat penerimaan SIPSS, karena proses sudah selesai dan libatkan pengawas internal dan eksternal, maka Propam Mabes melaksanakan pemeriksaan administrasi-administrasi apakah sudah sesuai SOP,” jelasnya.

Sedangkan saat disinggung terkait dengan adanya sejumlah uang yang juga diamankan dalam pemeriksaan tersebut, Jendral bintang dua tersebut, mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kepadanya.

“Sampai sekarang belum dilaporkan ke saya,” terangnya.

Selain itu, saat disinggung juga dengan adanya Surat Telegram (TR) Kapolri, Jendral Pol Tito Karnavian dengan Nomor ST/871/III/2017 tertanggal 31 Maret 2017 yang isi didalamnya ada sejumlah nama yang terduga Garplin tersebut, mantan Kakorlantas Mabes Polri tersebut juga membenarkannya.

“Oke, karena sekarang sedang ada pendaftaran penerimaan anggota Polri, maka pejabat yang diperiksa berkerjanya tidak maksimal sehingga Mabes Polri memutasikan dengan diganti yang baru supaya maksimal, clean and clear,” ungkapnya.

Berdasarkan TR Kapolri yang baru keluar hari ini (Jumat) tersebut, diketahui Kabid Dokkes Polda Sumsel, yang dijabat Kombes Pol dr Soesilo Pradoto digantikan dengan Kombes Pol dr Tri Yuwono Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Sulut sedangkan, Kombes Pol dr Soesilo Pradoto dimutasi sebagai analis kebijakan Madya Bidang Yanma Polri.

Selain itu, AKBP Deni Darmaphala Kabagdalpers ROSDM Polda Sumsel dimutasi sebagai Pamen Polda Sumsel dan digantikan AKBP Agus Andrianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagdalops ROOPS Polda Sumsel.

Kabagpsi ROSDM Polda Sumsel yang dijabat oleh AKBP Edya Kurnia juga dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dan digantikan oleh AKBP M Fatkul Birri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagpsi Polda Jambi.

Kabagwatpers ROSDM Polda Sumsel, AKBP Thoat Achmad dimutasi sebagai Pamen Polda Sumsel dan digantikan oleh AKBP Faizal yang sebelumnya menjabat sebagai Koorgadik Gadik SPN Polda Sumsel.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com, Jumat (31/3/2017) sekitar pukul 16.00, Tim Provos Mabes Polri yang melakukan pemeriksaan di gedung salah satu gedung Polda Sumsel akhirnya selesai.

Saat keluar, Tim tersebut tampak membawa beberapa berkas yang dimasukkan ke dalam kardus, kantong asoi dan koper yang kemudian langsung dimasukkan ke dalam mobil hingga akhirnya langsung pergi.

Sumber :

http://palembang.tribunnews.com/2017/03/31/propam-mabes-polri-amankan-uang-miliaran-dari-delapan-personel-polda-sumsel?page=all

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s