Satu Ton Bawang Goreng Impor dari Cina Diamankan, Diduga tak Milik Izin Edar

Satu Ton Bawang Goreng Impor dari Cina Diamankan, Diduga tak Milik Izin Edar

SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi pejabat utama termasuk Direktur Ditreskrimsus, Kombes Pol Irawan David Syah saat menggelar press release bahan pangan olahan dan minyak ilegal di Polda Sumsel, Senin (3/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Diduga lantaran tidak memiliki surat izin edar, sebanyak satu ton yang terdiri dari 71 kemasan bawang goreng impor asal negeriCina akhirnya diamankan.

Bawang goreng merek Prima dengan kemasan 13 Kg tersebut, berhasil diamankan dari sebuah gudang yang berada di Kompleks Pergudangan Griya Bandara Indah Kecamatan Sukarami Palembang dan diketahui milik David Chaniago (37).

Selain mengamankan bawang goreng, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel melalui Subdit I/Indagsi juga berhasil mengamankan sebanyak 853 karung tepung tapioka seberat 21 ton.

Tepung tapioka yang terdiri dari dua merek yakni cap Guci Mas dan Garpau tersebut, berhasil diamankan dari sebuah toko di Jalan Pangeran Ayin Kenten Laut dan diketahui milik Sugiano Laut alias Ayung (46).

Selain mengamankan bahan pangan olahan, Ditreskrimsus melalui Subdit IV/Tipidter juga berhasil mengamankan sebanyak 10 ribu BBM jenis solar tanpa dokumen yang diangkut menggunakan ketek di kawasan Perairan Upang Marga Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin dengan seorang pelaku inisial MM yang berhasil melarikan diri.

Ditemui pada press release gelar tersangka dan barang bukti, Senin (3/4/2017), Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, penangkapan itu bermula dari petugas melakukan penyelidikan soal peredaranbawang goreng yang ada di Palembang.

“Setelah memeriksa, ternyata 71 kemasanbawang goreng merek Prima tidak dilengkapi izin edar. Tersangka mengedarkan bawang goreng tersebut ke pasar-pasar dan eceran sejak enam bulan lalu tanpa dilengkapi izin edar dari BPOM RI dan Dinas Pedagangan,” jelasnya.

Bawang goreng asal negeei Tirai Bambu tersebut, dikatakan jenderal bintang dua itu, belum diketahui isi kandungannya apakah murni bawang goreng atau ada campuran lain sehingga nantinya, pihaknya pun akan memeriksa terlebih dulu di laboratorium untuk mengetahui hasilnya seperti apa.

“Untuk 21 ton tepung tapioka, diketahui berasal dari provinsi tetangga, Lampung dan telah beredar luas di masyarakat sejak satu tahun lalu tanpa ezin edar juga sedangkan, untuk tersangka BBM dilakukan dengan sedikit demi sedikit menyedot solar dan akan menjualnya dengan harga murah. Tersangka yang melarikan diri akan kita kejar hingga ke penadahnya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah, menjelaskan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 142 jo Pasal 91 ayat 1 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan denda Rp 4 miliar atau pidana maksimal dua tahun penjara.

“Akan kami selidiki lanjut ke produsen tepung tapioka yang ada di Lampung yakni CV Gajah Mada sedangkan, untuk bawanggoreng akan diselidiki ke tingkat distributor,” jelasnya.

Kasubdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Feri Harahap, menjelaskan, untuk tepung tapioka tersebut diedarkan pelaku ke pasar-pasar dengan cara bersamaan dengan merek-merek yang berizin dan ditawarkan dengan harga yang lebih rendah atau murah.

“Untuk bawang goreng impor tersebut modus operandinya juga hampir sama yakni ditawarkan dengan kualitas impor harganya sama dengan yang lokal,” jelasnya.

Sumber

http://palembang.tribunnews.com/2017/04/03/satu-ton-bawang-goreng-impor-dari-cina-diamankan-diduga-tak-milik-izin-edar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s